Monthly Archives: Juli 2014

Sabuk Pengaman Hidup Saya

Sabuk Pengaman

Sabuk Pengaman

Sore tadi saya berbuka puasa bersama dengan teman-teman di kantor. Seperti biasa, hahahihi sebelum acara, dan bu Sysy membuka acara dilanjutan sambutan dan kultum. Dan entah kenapa, pada saat kultum saya merasa terusik. Tidak tenang dan tiba-tiba merasa aneh. Bukan karena materi kultum.

Saya tiba-tiba teringat jaman-jaman dahulu kala, pada saat berkendara mobil menuju Sangatta dari Balikpapan, masih di wilayah desa Sangkima, di Taman Nasional Kutai. Kondisi jalan saat itu longsor hingga setengah badan jalan. Lubang yang ada juga tidak kira-kira. Kondisi jalan membuat saya terguncang dan terlempar kesana kemari di dalam mobil.
Tadi, sore menjelang berbuka, saya teringat bahwa saat itu, saya memakai sabuk pengaman (seatbelt). Yang tetap mengikat saya di kursi mobil meski terayun kesana kemari, dengan mobil tetap melaju menuju tujuan, Sangatta.
Entah kenapa, tiba-tiba hati saya meringis teringat betapa ‘sabuk pengaman (seatbelt)’ saya sering saya lepas, dengan alasan apapun. ‘Sabuk pengaman (seatbelt)’ saya adalah keimanan saya, agama saya, yang akan mengikat saya pada perjalanan hidup menuju tujuan kehidupan abadi. Saya tahu, kehidupan tidak lah akan berjalan lurus dan mulus. Adakalanya musibah menjadikan saya terlempar kesana dan kemari, adakalanya cobaan itu menjadi lubang yang membuat terguncang. Namun pada akhirnya seatbelt yang akan tetap mengikatkan kita pada kendaraan kehidupan ke tujuan kita.

Semoga saya konsisten dengan ‘sabuk pengaman (seatbelt)’ saya, sebagaimana anda juga konsisten 🙂 Ini bukan renungan menjelang berbuka, bukan pula taujih menjelang tarawih, juga bukan taushiyah menjelang i’tikaf, cuma obrolan mbulet di sore hari yang kemudian saya tulis di blog pada malam harinya.
Masih di kantor, beberapa hal belum selesai untuk masa depan….

%d blogger menyukai ini: