Kopi Telungkup, Amazing!


Kopi Telungkup

Kopi Telungkup

Kopi telungkup!

Saya sedang di Meulaboh untuk sebuah pekerjaan. After hours saya diantar manteman Meulaboh ke warung Kopi Tubruk Jembatan, lokasinya memang di pingging sungai dengan jembatan. Pada sore itu, warung kopi cukup ramai dengan pengunjung. Dan menariknya, kursi plastik yang disediakan memang cenderung rebah dan nyaman untuk bersantai. Kursi seperti ini sangat umum di warung kopi di seputaran propinsi Aceh.

Inilah kopi telungkup, kopi tubruk yang disajikan terbalik. Cara minumnya?
Khas banget! Saya harus keluarkan sedotannya dulu, lalu sedikit diselipkan ke gelas melalui mulut gelas yang terbalik. Tiuplah pelan, maka gelembung udara akan masuk dalam gelas yang akan kendorong kopi keluar gelas memenuhi lepek.

Lalu sesaplah kopi perlahan, jangan terburu. Nikmati rasa kopi yang perlahan memenuhi rongga mulut, aroma kopi yang merebak dalam otak, saya sedang berpikir jika endorphine mulai keluar memenuhi darah saya🙂

Kopi yang dipakai sangat ringan, tidak menimbulkan efek kembung, namun rasa kopinya luar biasa. Menjelang maghrib, saya bergegas menuju Masjid Raya Meulaboh, melewati jembatan tersebut, saya suka pantulan merah langit pada sungai di Meulaboh.

Senja di Sungai

Senja di Sungai

Kopinya ringan, tidak akan membuat kembung, dan aromanya khas! Sampeyan harus mencoba di warungnya, jangan dibawa pulang!

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on April 3, 2015, in kisah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: