Aku Ingin Mencintaimu


Hari ini saya ‘dipaksa’ memberikan sambutan atas nama 2 keluarga besar, pada walimatul ‘ursy sepupu saya. Apalah daya, catatan singkat ini menjadi modal saya dalam perhelatan kesyukuran ini. Saya tuliskan di blog sebagai pengingat saya dan anda dan kita.
Seperti judul film, aku kau dan KUA 😊
*******
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
Selamat pagi bapak dan ibu sekalian, pertama sekali, kesyukuran selalu kita sampaikan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, atas keberkahan, kesempatan, kehidupan, segala kebaikan yang hingga hari ini membersamai kita semua.
Kemudian, ucapan terima kasih kami sampaikan atas kehadiran pada syukuran pernikahan putra putri kami. Setiap helai keikhlasan dan seuntai doa dari bapak ibu sekalian sangat berarti untuk menjadi bekal hidup kedua mempelai. Kami mohon maaf jika dalam perhelatan syukuran ini terdapat khilaf dan kekurangan.

Dalam fase kehidupan yang dijalani mas Andri dan mbak Wulan, sampailah pada tahap dimana setiap kita membutuhkan satu sama lain. Lebih dari sekedar bersosialisasi namun menjadi pelengkap satu sama lain. Saling menguatkan, berbagi rasa, berbagi beban, untuk melanjutkan generasi sholeh sholehah. Tidak berlebihan kiranya, kami memohon bapak dan ibu sekalian untuk memanjatkan doa dan restu kepada mas Andri dan mbak Wulan dalam menapaki fase kehidupan berikutnya.

Sapadi Djoko Darmono berkata:
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sepenggal puisi itulah yang menjadi pesan kami kepada mas Andri dan mbak Wulan untuk saling mencinta tanpa syarat, tanpa isyarat. Menjaga setiap kata, menjaga setiap perilaku, menjaga setiap lintasan hati dalam bingkai qur’an dan sunnah. Maka rumah tangga sakinah, mawaddah dan rahmah adalah keniscayaan.

Semoga perhelatan syukuran atas kenikmatan yang diberikan Allah SWT, pada hari ini, semakin menguatkan iman kita.
Tanpa berpanjang kata, kami sampaikan sekali lagi terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak ibu sekalian.

Sekian,
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Posted from WordPress for Windows Phone

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 22, 2014, in keluarga and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: