Nekad Traveller: Johor Baru (bagian satu)


Saya memulai perjalanan di Jum’at pagi jam 6:00 dengan go-show ke ferry terminal Batam Centre. Untuk keberangkatan 6:30 antriannya sudah mengular, saya pesimis mendapatkan seat. Untuk jam 7:15 pun sudah habis, informasi dari petugas konter 7:15. Saya pun pindah konter ke jam 8:00.
Sesaat, antrian di 8:00 langsung mengular. Alhamdulillah, saya akhirnya pegang tiket ferry ke pelabuhan Stulang Laut, negara bagian Johor, Malaysia, d return trip, yang disini lebih disebut two way, seharga Rp390RB. Saya baru tahu jika tiket baliknya open ticket sampai 3 bulan. Yup, saya bisa balik Batam Centre kapan saja di jam berapapun. Nasib udik🙂

Ferry Terminal Batam Centre

Ferry Terminal Batam Centre

Sedikit flashback, agak sulit mendapatkan tiket ke Johor, Malaysia. Tidak ada travel agent yang menjual tiket ferry ke Johor di kota Batam, maka harus ke Batam Centre. Di Batam Centre pun jam bukanya ngikutin jam operasi ferry, which is jam 6:00 sampai jam 18:00. Saya yang sambil kerja, agak sulit mengikuti jam tersebut. Itulah mengapa saya go-show di hari H.

Nah, balik lagi, melihat antrian di departure hall yang panjang, di jam 7:00 saya sudah ikut antrian ke departure. Padahal rencananya akan ngopi dulu. Dan benar, untuk antri masuk departure hall, imigrasi butuh waktu 40 menit. Duduk di waiting room sekitar 10 menit, dan jam 7:50 mulailah boarding ke ferry.

I would say Harbour Bay port masih lebih nyaman daripada Batam Centre port. Ini mirip terminal 3 airport Soekarno-Hatta dibanding terminal 2🙂
Oya, saya lupa nukar mata uang, jadinya harus nukar di Batam Centre, dapat rate yang agak mahal. Jadi tukarlah mata uang di Batam saja. Juga bekal makanan/minuman, dijamin mahal di Batam Centre, apalagi setelah imigrasi. Roti coklat kecil seharga Rp10RB lho🙂

MV Indo Berlian

MV Indo Berlian

Di dalam ferry MV Indo Berlian, interiornya kurang lebih sama dengan Wavemaster yang pernah saya tumpangi ke Harbourfront Singapura. Hanya di MV Indo Berlian, penumpang bisa pesan mie instan, sepertinya harganya 15RB. Dan setidaknya siaran televisinya masih RCTI dan SCTV🙂
Kaca samping sudah buram, sulit untuk mengambil foto dari dalam. Disarankan selama perjalanan ferry, jika akan berfoto diluar, di buritan ferry. Awak kapal tidak ada komentar untuk penumpang yang keluar masuk ke buritan🙂
Saya nulis sampai bagian ini, masih di ferry, bergerak pelan mendekati dok pelabuhan Stulang Laut, Johor Baru. Blackberry saya yang terisi kartu HALO roaming ke Maxis atau SingTel bergantian. Namun Lumia saya yang terisi kartu Simpati roaming ke SingTel. Mbuh kenapa🙂
As always di Indonesia, ferry belum sepenuhnya berhenti, penumpang sudah berdiri di aisle🙂 Here we go, saya menginjakkan kaki di negara Malaysia🙂

bersambung ke session berikutnya

Posted from WordPress for Windows Phone

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on April 19, 2014, in kisah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: