Balada Kacang


Saya mendapat cerita ini seorang Jordania, kebetulan kami ketemu berhaha-hihi dan muncullah cerita ini, selamat menikmati🙂

Seorang kakek yang buta huruf, sehari menjelang Ramadhan berbelanja kacang di pasar. Beliau hanya membeli 30 butir kacang. Esok hari mulai puasa, setiap buka puasa beliau makan 1 butir kacang.
Ya, beliau tidak bisa membaca pun menulis, namun bisa berhitung. Maka beliau selalu menghitung, sisa butir kacang yang belum termakan sebagai sisa hari Ramadhan yang harus dilalui. Metode yang sederhana🙂
Pada hari ke-25 Ramadhan, di kantong bajunya tersisa 5 butir kacang. Pada siang hari yang terik, beliau istirahat dan tertidur di teras rumahnya, dengan baju tergantung di tiang teras rumah.
Istri beliau lewat dan mengambil baju kakek untuk dicuci. Tak lupa memeriksa kantong baju, sang istri agak kaget. Ternyata abah suka kacang, pikir sang istri.
Setelah mencuci baju, sang istri ke pasar dan membeli setengah kilogram kacang. Dan kemudian si kakek bingung, tiba-tiba hari Ramadhan mencapai ratusan, sesuai jumlah butir kacang yang setengah kilogram tadi🙂

Posted from WordPress for Windows Phone

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Maret 23, 2014, in kisah and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: