Bos Juga Manusia


bos-pemimpin

bos-pemimpin

Masih nyambung dari Bos yang Loyal pada Timnya, masih dari series of meeting dan diskusi ringan sampai berat ke tim saya, saya mendapat masukan yang luar biasa berharga🙂

Diantara meeting-meeting kecil, disela pekerjaan di cabang di Kalimantan, saya mulai tuliskan ini. Dan akhirnya bisa diposting justru menjelang balik ke Jakarta🙂
Tema leadership juga ada di timeline twitter dan facebook saya, hasil diskusi dengan beberapa teman di Kalimantan.

Di tim saya, saya dikenal agak nyleneh. Saya ‘agak cerdas’ pas jam istirahat dan setelah jam 17:00. Ya, jam itu adalah jam dimana saya relatif bebas dari dering telepon, tang ting tung email, menjawab BBM/WA teman-teman se-Indonesia, dan rutinitas pekerjaan.
Di jam itu saya lebih bisa ‘mikir’ yang strategic dan long term vision, mau dibawa kemana departemen saya.
Dan sebagian efeknya adalah, jika pas lagi kumat, anggota tim saya mulai melipir pelan pas jam 17:00, seraya melewati ruangan saya sambil menyapa “Duluan pak, sudah jam 17”, sambil nyengir dan kurang dari 1 detik sudah lenyap dari jarak pandang saya🙂

Tapi bukan itu yang akan saya bahas.
Terlepas dari ide dan kerjaan yang saya berikan yang kadang terlalu cepat dari masanya, saya selalu upayakan berinteraksi dengan tim saya.
Ya, saya biasakan ke diri saya untuk memberikan big picture sebagai the-why untuk pekerjaan baru ke tim saya, baru bicara detail how-to dan apa ekspektasi saya.
Apakah saya konsisten? Masih belum, tapi saya sudah mulai.
Maka, tim saya tahu persis kenapa mereka mengerjakan ini itu dan bagaimana hasil yang saya inginkan.

Kunci dari hal-hal beginian cuma satu, komunikasi. Yup, hanya komunikasi. Saya komunikasikan why, how dan what-nya, tentu dengan when.
Apakah itu saja cukup? Tidak. Ada proses nanyain jika pekerjaannya agak panjang, bahasa canggihnya adalah monitoring. Bagaimana saya nanyain?
Saya datangin, narik kursi kosong, nongkrong ngobrol ngalor ngidul masih di seputar kerjaan itu🙂 Kadang sambil nyruput kopi atau nyemil🙂

Saya sebisa mungkin menghindari memanggil tim saya, kecuali ada situasi khusus. Saya ingin menunjukkan proaktif itu penting. Saya juga ingin menyampaikan pesan, jika saya menghargai tim saya yang sudah menyediakan data/hasil pekerjaan ke saya.
Sebisa mungkin saya menghindari email atau telepon selama masih 1 lantai. Karena kehadiran fisik tidak bisa digantikan oleh seruntut kalimat dalam email atau telepon, lagian lebih sehat dengan berjalan kaki.
Sebisa mungkin saya menghindari situasi formal, supaya tidak nambah stres. Cukuplah tim saya agak terkaget punya atasan bermodel saya🙂

Di komunikasi model itu, saya juga mendapat masukan untuk memperkaya ide dan asyik lho. Ide tim saya bisa lebih hebat daripada saya.
Jadi proses brainstorming itu berjalan alami, dan hasilnya luar biasa.
Pola ini menghilangkan stigma bahwa bos selalu benar, selalu memberi perintah. Komunikasi 2 arah diciptakan untuk memastikan pesan tersampaikan dan dikerjakan. Sehingga pun pada saat saya merasa hasil pekerjaan tidak sesuai dengan ekspektasi saya tidak perlu berteriak marah, cukup pasang wajah serius dan sebaris kalimat sederhana🙂
But it works, tim saya biasanya hanya nyengir sih, tapi mereka melakukan koreksi dan cepat.

Jadi, jangan sungkan untuk turun langsung ke tim anda. Mereka senang kok, diajak diskusi, memberi masukan tanpa harus menyalahkan, interaktif.
After all,we are human. Tim saya juga manusia, dan amat sangat wajar jika mereka ingin disapa, berdiskusi, sesekali meledek bosnya, ya kapan lagi🙂

*masih berterima kasih pada tim saya untuk masukan yang luar biasa manusiawi dan memanusiakan. After all, we are human……

Posted from WordPress for BlackBerry

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Desember 6, 2013, in pencerahan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: