Terima Kasih Tuhan


kesyukuran

kesyukuran

Qiyamullail itu diiringi hujan deras, dan suara jatuhan air itu cukup membangunkan si abang yang sedang tidur. Akhirnya qiyamullail-nya pindah di dekat abang, supaya dia tenang.
Melanjut Subuh, hujan masih setia menemani sayup-sayup lantunan al-ma’tsurot juga di waktu syuruq.

MasZakki setia dengan buku gambarnya, Abang setia dengan coretan hujannya. Saya dan teman-teman ngobrol tentang Pemira, proyek CCTV, proyek plafon, harga logam mulia. Sambil berharap di pojokan masjid ada air panas dan kopi dan nasi uduk hangat, meski sampai hujan reda tidak satupun yang kesampaian🙂

Jam 06:30 reda, langit mulai bersemburat ceria menuai bulan baru. Saya dan anak-anak meluncur ke pasar Cikunir, untuk jajan pasar, bolu kukus, dadar gulung, kue mangkok, susu kedelai, dan pisang.
Antusiasme anak-anak melihat ikan, ayam potong, udang, daging, sayuran, buah segar.

Melintas Jatimakmur-Jatikramat-Jatibening, di rumah disambut senyuman si tercintah dan teriakan Aa’.
Bolu kukus, kue mangkok, celotehan Abang cerita hujan di masjid, teriakan masZakki cerita komik buatannya, Aa’ yang merepet dengan mulut penuh kue mangkok, sejumput kopi Aceh dan selaksa kesyukuran di pagi hari🙂

Alhamdulillah……

Posted from WordPress for BlackBerry

Posted on Desember 1, 2013, in kisah and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: