Bos Yang Loyal Pada Timnya


leadership

leadership

Disela pertemuan teknis tahunan di salah satu kementrian, saya nyicil nulis untuk tema ini. Terinisiasi setelah rapat-rapat di kantor yang intensif dari CEO, dan harus saya sampaikan ke tim saya.
Dalam pekan ini juga saya mendapat masukan yang luar biasa berharga terkait komunikasi atasan-bawahan, juga dalam hal dukungan atasan kepada bawahan.

Pak Josef Bataona bilang, atasan harus loyal pada bawahannya. Dan konsep resiprokal akan tetap berlaku.
Sebagaimana bawahan harus loyal dan mendukung atasan, pun atasan harus melakukan hal yang sama, mendukung dan loyal pada bawahan.

Pendapat saya, atasan harus terlebih dahulu loyal pada bawahannya, maka ia akan mendapatkan loyalitas bahkan kepercayaan dari bawahannya. Karena trust should be earned not given.
Steve Covey menyitir ini dalam habit ke-5 dalam bukunya Seven Habits of Highly Effective People, “seek first to understand, then to be understood“.

Cara pandang sederhananya begini, saya harus mengembangkan kompetensi bawahan saya jika saya ingin kualitas pekerjaannya lebih baik. Toh pekerjaan yang baik juga akan mendukung target saya.

Sebuah percakapan sederhana saya dapatkan di jejaring sosial profesional, seorang manajer bertanya ke manajer lain,
A: “Kamu yakin akan memberikan pelatihan ini ke anak buahmu?”
B: “Ya, kenapa?”
A: “Ya tapi bagaimana jika dia kemudian resign?”
B: “Jika saya balik pertanyaannya, bagaimana jika dia tidak cukup cakap bekerja dan dia tetap di perusahaan kita?”
Dan manajer A pun terdiam, tidak menjawab.

Jika anda sudah atau pernah menjadi atasan, anda akan memahami bahwa pertanyaan terakhir adalah pertanyaan retoris🙂

Jadi saat anda mengembangkan bawahan anda, sesungguhnya anda sedang mengembangkan diri anda dan potensi keberhasilan capaian target anda.

Mengutip pak Josef (lagi), saat atasan loyal pada bawahannya, maka si atasan akan mendapatkan Say, Stay dan Strive.
Ya, mereka akan say, berkata hal positif tentang atasannya.
Mereka juga akan stay, nyaman untuk tinggal dalam tim bersama atasannya.
Dan mereka juga akan strive, memberikan kontribusi terbaik untuk timnya.

Menutup catatan ini, quote unknown ini menjadi relevan:
~You never have to chase people down and beg for their loyalty and respect. It’s either they’re with you or they’re not (unknown)~
Itu makna dari judul saya yang nyleneh ini🙂

*terima kasih untuk tim saya yang sudah berdiskusi dan mengingatkan tentang atasan-bawahan, tentang arti sebuah komunikasi dan say hello🙂

Posted from WordPress for BlackBerry

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 29, 2013, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Pembelajaran yg bagus bagi yg mau menjadi orang besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: