Sahabat itu…..


hedgehog

hedgehog

Hari itu adalah musim salju yang paling ekstrim di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok dalam sebuah gua, agar tetap hangat.
Mereka mulai mendekatkan diri satu sama lain, namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Mereka pun bergerak saling menjauhi untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Tidak ada luka akibat duri-duri.
Namun hedgehog itu mulai merasa sendiri, beku kedinginan, dan mulai terancam mati.
Mereka bergerak saling mendekati, lagi, duri-duri itu melukai satu sama lain. Secara reflek, hedgehog bergerak saling menjauh dan kedinginan. Entah berapa kali, namun setiap kali saling mendekat, selalu ada luka baru. Tapi sekali menjauh, cuaca sama sekali tidak bershabat untuk bertahan sendirian.

Hedgehog itu kembali saling mendekat, memutuskan untuk kembali bersatu untuk menghangatkan badan. Hedgehog itu saling melukai satu sama lain, tapi tidak ada yang bergerak menjauh.
Ya, mereka belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya untuk sebuah kehangatan, sebuah hidup yang dipertahankan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Kawan, hedgehog itu berani menerima ketidak sempurnaan sebuah hubungan.
Seperti kita, manusia, hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok.
Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidak sempurnaan orang lain, serta mampu memberi apresiasi semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.
Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih hidup (bermakna) dan mampu bertahan dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun.

Seperti pernikahan, setiap kali engkau berharap seorang pasangan yang sempurna, setiap kali itu juga engkau akan merasa kecewa.
Akan seberapa banyak sahabat yang akan kau tinggalkan karena dia tidak seindah yang kau inginkan?
Ataukah kau akan selalu kecewa dengan kumpulan, komunitas, organisasi, hanya karena mereka tidak sempurna?

Sekali lagi,
Hidup tidak sekedar mencari sahabat sempurna, tapi menari dengan indah dengan sahabat sejati meski dalam hujan. Mungkin ia memberikan luka-luka kecil, namun kehangatannya selalu menyembuhkan, karena ia sahabat sejati🙂

Sambil menulis ini, terngiang lagu,….
“persahabatan bagai kepompong…..”

*cerita hedgehog ini saya dapatkan dari sahabat baik saya, saya ceritakan kembali dengan editing seperlunya tanpa mengurangi makna*

sahabat

sahabat

Posted from WordPress for BlackBerry

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 17, 2013, in pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: