Selalu Berpikiran Positif? Pikirkan Sekali Lagi :)


Pikiran Positif Negatif

Pikiran Positif Negatif

Suatu saat, saya berkendara di jalan tol di Jakarta, di belakang mobil sedan. Jalanan cukup ramai, tidak padat menurut definisi penghuni Jakarta.
Saya perhatikan mobil sedan ini bergerak seperti ular, berkelok kelok dalam 1 lajur. Saya sedikit mengerem untuk menambah jarak antara mobil saya dan sedan itu. Masih berkelok halus, sedan itu terkadang melambat dan mengerem mendadak.
Saya berpikiran negatif, antara pengemudinya mengantuk atau mabuk. Dan dua tebakan itu sama-sama tidak saya suka. Ya saya berpikiran negatif pada pengemudi sedan itu.
Karena saya mengasumsikan pengemudi sedan itu mengantuk atau mabuk, saya menjauh, pindah lajur untuk menyalip, itupun jarak samping saya cukup jauh. Ya, karena saya berpikiran negatif pada pengemudi itu, saya membuat antisipasi untuk menghindari tabrakan.

Disitu saya belajar, saya ternyata tidak hanya berpikir atau berpikiran positif, tapi juga berpikiran negatif🙂
Pada mobil di atas, saya berpikiran negatif pada satu orang, spesifik orang, orang yang tidak saya kenal.

Saya, setiap malam, selalu mengunci rumah, mobil, motor saya sebelum tidur. Kenapa saya lakukan itu? Karena saya berpikiran negatif, seseorang akan masuk ke rumah saya, mengambil barang berharga saya, mengambil mobil atau motor saya. Dan sebagai antisipasi, saya mengunci rumah, mobil, motor saya.
Ini saat saya berpikiran negatif kepada orang atau sekelompok orang, siapapun itu, yang tidak saya kenal.

Bahkan saya berpikiran negatif pada diri saya, kadang pada istri saya🙂
Sebelum mudik pada lebaran kemarin, saya pastikan listrik terutilisasi minimal, kompor dipastikan mati, kran air tertutup, dan lainnya. Bahkan saya titipkan ke tetangga.
Kelihatan bukan, bahwa saya juga berpikiran negatif pada saya sendiri dan istri saya, siapa tahu saya dan istri saya lupa mematikan itu semua dan menjadi masalah di kemudian hari.

Lihatlah, saya berpikiran negatif pada kehidupan saya.
Saya tidak selalu berpikir positif. Saya bahkan perlu berpikir negatif untuk memastikan saya bisa berpikir positif dengan proporsional. Ya, kata kuncinya proporsional🙂
Selalu berpikir positif tidak selalu membantu hidup anda positif, apalagi jika anda hidup di Jakarta dan pengguna jalanan di Jakarta🙂

Jadi kata kuncinya adalah proporsional. Ingat, vigilance brings safety, waspada akan menghasilkan keselamatan. Ini salah satu jargon saya.
Apalagi profesi saya mengharuskan saya berpikir negatif🙂 Apa itu? Selalu mengembangkan skenario What-If, Apa-yang-Terjadi-Jika.
Dalam profesi saya, saya harus berpikir negatif, resiko apa yang dihadapi klien saya. Tipe kebakaran apa yang bisa terjadi, kecelakaan yang bagaimana yang mungkin terjadi, tipikal pencurian apa yang cenderung akan dilakukan, pencemaran apa yang biasanya terjadi, dan sebagainya.
Dari simulasi, skenario What-If itu, saya bisa melakukan antisipasi untuk mencegahnya.

Bayangkan para petugas bea cukai, petugas keamanan, petugas imigrasi, selalu berpikiran positif? Mungkin para penyelundup, narkorba, senjata ilegal, dan lainnya sudah masuk ke suatu negara dengan mudah🙂

Jadi, pilihan ada di tangan anda, apakah anda akan berpikiran positif atau negatif🙂 Gunakan secara bijak di situasi dan konteks yang sesuai. Ingat tidak selalu berpikiran positif, juga tidak selalu berpikiran negatif, proporsional.

Posted from WordPress for BlackBerry

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Oktober 17, 2013, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. seperti kata Bang Napi.. Waspadalah… Waspadalah.. Waspadalah..!! Bang Napi mengatakan ini sampai tiga kali karna begitu pentingnya kewaspadaan diri agar terhindar dari bahaya yang bisa merugikan diri sendiri bahkan keluarga kita.

  1. Ping-balik: Gelas Terisi Setengah | Blog-nya Ihda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: