Pay It Forward


Saya mendapat broadcast message ini dari teman saya di Surabaya. Entah kisah nyata atau tidak, tapi menarik untuk disimak.

———————
Ada pemandangan aneh didepan angkot yang kami tumpangi. Seorang ibu dengan 3 anak kecil berdiri di tepi jalan.
Setiap ada Angkot yang berhenti dihadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali dan kejadian ini terulang berkali-kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti, si ibu bertanya, “Dik, lewat Terminal Bis ya ?”
Supir menjawab: “Ya Bu”
Si ibu tidak segera naik, dan bilang, “Tapi saya dan ke-3 anak saya tidak punya ongkos”
Sambil tersenyum, supir itu menjawab, “Tidak apa-apa Bu, naik saja !”
Sang Ibu tampak ragu-ragu, si supir mengulangi perkataannya, “Ayo Bu, naik saja, tidak apa-apa….!”

Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang dan uang, tapi supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu dan anak-anaknya, GRATIS!

Sampai di Terminal Bis, 4 orang penumpang gratisan itu turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada si supir.
Di belakang Ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang 20 ribu.
Ketika si supir hendak memberi kembalian, pria tersebut bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya serta 4 orang penumpang gratisan tadi. “Teruslah jadi orang baik ya, Dik…”, kata pria tersebut kepada supir angkot muda itu.
——————-

Cerita ini mengingatkan saya pada film Pay It Forward, yang intinya ketika menerima kebaikan, lakukan juga kebaikan untuk orang lain sebagai pembayarannya. Pada suatu waktu, kebaikan-kebaikan itu akan menghampiri kita dan menolong diri kita.

Saya selalu percaya, kebaikan yang saya kerjakan akan kembali ke saya, tidak pernah salah alamat. Sebagaimana keburukan akan juga kembali. Jika demikian, mengapa kah saya tidak berbuat baik?
Kebaikan yang dilakukan supir angkot langsung dibayar dengan kebaikan orang lain yang memberi ongkos.
Lalu apa kebaikanmu hari ini?

Jawa Barat, 2013
ihdaihda.wordpress.com

Posted from WordPress for BlackBerry

Posted on April 6, 2013, in pencerahan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: