Bola Itu Bundar


bola

bola

Bola itu bundar, ya betul sekali. Tanpa bundar atau bulat itu, tidak mungkin disebut bola. Sebagaimana makna harfiah, maka makna kebundaran bola itu juga seringkali digunakan sebagai kiasan untuk hal apapun. Hal-hal yang menggambarkan perputaran situasi. Namun bagi saya, bola dan pertandingan sepakbola memberikan inspirasi lebih.

Pada suatu kesempatan di pertemuan praktisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di kawasan Indonesia Timur, saya sedang menjelaskan konsep leading indicator vs lagging indicator yang lumayan abstrak. Saya baru saja masuk ke area definisi indikator tersebut dan saya menyadari jika teman-teman ini agak tidak nyambung. Dan saya merubah strategi saya.

Mayoritas peserta adalah penggemar sepakbola, dan saya menganalogikan lagging indicator dengan final score. Sedangkan lagging indicator adalah ball possession. “Jika ball possession Real Madrid lebih baik daripada Barcelona, besar kemungkinan Real Madrid memberikan skor lebih baik daripada Barcelona”, kata saya, menjelaskan posisi leading vs lagging indicator. Dan serentak beberapa peserta yang juga cules (fans Barcelona) langsung protes😀

Well, tujuan saya memberikan analogi ke pertandingan sepakbola adalah mengejawantahkan konsep abstrak ini pada sebuah sepakbola, olahraga yang sangat populer di negeri ini. Dan saya berhasil. Teman-teman saya manggut-manggut pada saat saya cerita ball possesion, goal assist, corner kick, dan lainnya, meski itu semua adalah cerita tentang bagaimana mengukur kinerja K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Dan tentu saja diselingi protes para cules atas contoh saya yang ‘agak’ memihak ke Real Madrid. Terima kasih bola🙂

Diluar saya? Bahkan almarhum mantan presiden Gus Dur yang juga penggemar sepakbola, terutama liga Italia, sering menggunakan istilah catenaccio dalam politik. Ya, catenaccio memang model pertahanan yang luar biasa lincah dalam sepakbola Italia. Dan sering dikutip oleh almarhum Gus Dur dalam mengkomentari situasi politik yang memang lincah dan sering hangat, pada waktu itu.

Oleh para filosof, motivator, inspirator, para agamawan, sampai eksekutif dan manajer top, juga sering menggunakan bola sebagai sebuah perumpamaan. Bola itu bundar, kata mereka. Apapun bisa terjadi, yang di atas bisa ke bawah, dan sebaliknya. Karena bola itu bundar, bisa berputar dan menggelinding kemana saja, kata mereka.

Di Indonesia, mari kita lihat kisruh PSSI vs KPSI dengan wasit KRMT Roy Suryo. Itu juga tentang bola, persepakbolaan. Di Indonesia, sepakbola juga salah satu olahraga yang merakyat dan digemari secara luas. Tak heran jika PSSI, KPSI, dan lainnya juga punya kepentingan demi sekian juta penggemar sepakbola di negara ini.

Jadi, begitu banyak hal yang bisa kita pelajari dari bola, sebuah bola. Silahkan anda membuat analogi dari bola, silahkan juga jika mau bermain bola, apalagi menjadi supporter klub sepakbola. Karena bola di negeri ini sangatlah populer. Saya saja menggunakan sepakbola sebagai analogi konsep kinerja. Hanya pesan saya, jangan rusuh saat menonton sepakbola🙂

Dan jangan tanya klub favorit saya, pada pertandingan Manchester United melawan Real Madrid kemarin, sungguh saya mengalami dilema dan galau😉

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Maret 14, 2013, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Ternyata K3nya digoyang dengan analogi sepakbola..

    well,
    salam kenal, salam K3 deh kalau begitu

    LT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: