2013: Kalender Baru….


Ini postingan pertama di 2013, dan pagi tadi, pertama  yang saya lihat adalah kalender, dan…… Kekurangan hari pertama di 2013 ini adalah tidak punya kalender 2013. Tahun baru sih tahun baru, jika tanpa kalender baru ya gimanaaa gitu….

Tiba-tiba inget kata mbah saya, saat menerima kalender dari tetangga, iki tanggalan opo? (ini kalender apa), tanggalan kok ora ono pasarane (kalender kok tidak ada hari pasar), sambil dibolak balik. Masih mbah saya, tanggalan iki malah ora ono itungane yi Tur (kalender ini justru tidak ada hitungan Kyai Tur). Saya ngikik, tapi ikut setuju🙂

kalender

kalender

 

Kyai Turaichan adalah ulama ahli falaq (astronomi) di Kudus dan menjadi rujukan ulama di Jawa untuk penentuan hari besar Islam. Akurasinya tidak perlu diragukan lagi, sehingga semua kalender terbitan Kudus akan merujuk pada perhitungan beliau. Di Kudus, orang tua bilang kalender kurang pas (afdlol) tanpa perhitungan kalender Kyai Turaichan. Maka saya tidak heran dengan sikap mbah saya. Apakah ini taqlid? Bukan, ini pengakuan keahlian keilmuan beliau. Pada waktu itu, kalkulasi matematis otomatis menggunakan sofware dan komputer tidaklah secanggih sekarang, beliau menghitung manual. Ya manual, menggunakan persamaan matematis ilmu falaq. Dan keahlian pada keilmuan falaq, cukup langka pada saat itu, sehingga Kyai Turaichan memang rujukan otoritatif.

Dan untuk mbah saya, yang pedagang, hari pasaran akan sangat penting untuk bergerak kemana.

Bagi saya, sistem kalender, hari pasar, itu netral. Kita yang menjadikannya bermakna, seperti saya yang lahir pada Rabu Wage jam 07, kata mbah saya🙂 Maka muncul legenda weton, di Jawa, untuk menandai peristiwa kelahiran, kematian, pantangan dan segala perhitungan hari baik. Saya? Saya cukup percaya saya lahir di Rabu Wage jam 07🙂 Kematian adalah hak prerogratif Tuhan, biarlah saya yang akan mengajukan banding kepada Tuhan atas Qodlo’ saya dengan shodaqoh dan doa🙂 Pun hari pasar digunakan untuk perdagangan pada waktu itu, tidak ada yang salah dengan Wage. Kita yang salah dengan percaya mitos hari tertentu, malam 1 Januari misal atau malam Jum’at Kliwon. Apalagi yang percaya 13 adalah angka sial, apa iya tahun ini akan diganti dengan 2012B? Tidak kan?🙂

Jadi mari menapaki hari-hari baru ini, mau 2013 atau 2014 bukan tahun barunya, tapi kalendernya yang baru. Kelakuan mustinya lebih baik juga dong.  Pun yang punya resolusi monggo, resolusi adalah juga nama lain dari tujuan, sebagian menyebutnya tekad, ada juga yang mengatakan cita-cita, apapun itu let’s make it happen.

Selamat menapaki 2013 dengan lebih baik, semoga Tuhan bersama kita….

gununggedepangrango

gununggedepangrango

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Januari 1, 2013, in kisah, pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: