Mendaki Gunung Kehidupan


gununggedepangrango

gununggedepangrango

Ini cerita setahun yang lalu, lupa nulis di blog, dan mumpung ingat dan sedang membutuhkan sebuah charger semangat, saya akhirnya menulis ulang pengalaman pendakian ini. Mengingat, menulis ulang, merasakan aroma pegunungan, lelahnya pendakian saat itu, menggelorakan semangat lagi, dan semoga sedikit bertahan agak lama, minimal sampai Desember tahun ini🙂

Suatu mid Desember 2011, Sabtu-Ahad, saya mengikuti kegiatan wajib yaitu pendakian Gunung Gede. Atas sebuah alasan, saya tidak bisa ikut jadwal normal bersama dengan rombongan, yang mestinya berangkat Kamis malam dari Jakarta. Saya berangkatnya Jum’at malam, ketinggalan sehari yang mengharuskan saya memilih jalur pendakian yang berbeda dengan harapan bisa bertemu dengan rombongan awal di Surya Kencana.

Pada pendakian kali ini, ternyata saya bersama dengan kakek-kakek dan memberi hikmah. Pak Ikin namanya, 69 tahun membawa carriernya sendiri.

Dari Jakarta, berangkat via mobil tengah malam dan jam 2:30 dini hari sampai di Cibodas. Awalnya saya kira pak Ikin adalah penduduk setempat, pada saat saya sholat subuh di mushola taman Cibodas. Ternyata beliau ikut naik jam 7 pagi. Naik dari Cibodas sampai Cibereum, pak Ikin membawa carrier sendiri.  Semangat beliau luar biasa di usia 69 tahun, meski terlihat kepayahan.

Setelah Cibereum, carrier beliau dibawakan oleh salah seorang teman. Jalur pendakian tidak lagi ramah untuk seusia beliau. Namun semangat itu mengalahkan terjalnya jalur pendakian. Kami sering istirahat. Usia memang tidak bisa ditipu, tapi semangat terus memberi kekuatan. Umumnya melalui Cibodas, durasi 3 jam, sekarang menjadi 7 jam baru sampai Kandang Batu. Bahkan hujan sekalipun, tidak mengurangi semangat pak Ikin. Jas hujan ponco menemani tubuh kecilnya menyusur shelter air panas. Saya menyaksikan pagelaran semangat yang meruntuhkan setiap tanjakan Gunung Gede. Semangat itu memberi kekuatan yang dahsyat!

Pada saat turun pun, dengan jalur yang sama, pak Ikin dengan pede-nya membawa carriernya sendiri. Masih pak Ikin yang sama, 69 tahun.

Di pendakian itu, ada juga pak Wawan. Beliau sekitar 50 tahun-an, sepertinya kondisinya sedang tidak fit, overweight, tempurung lutut bermasalah, tapi tetap naik Gunung Gede.
Sekali lagi, semangat bisa mengalahkan keterbatasan. Pak Wawan sering mengalami kram kaki dan nafas pendek, tapi tetap sampai Kandang Batu. Salah satu yang membuat pak Wawan bisa naik adalah semua perlengkapannya baru, dibelikan istri beliau, dan memang disuruh istrinya untuk ikut pendakian🙂

Sekali lagi, semangat. Semangat inilah yang memberi kekuatan luar biasa. Dan 2 hari itu saya mendapat hikmah yang luar biasa tentang semangat. Jadi akan sangat tidak pantas, bagi saya yang muda ini berkeluh, melepas asa, membuang raga, kehabisan semangat. Harapan itu masih ada!

Panjangnya rute pendakian tidak menyurutkan semangat. Yang dibutuhkan bukan sekedar kuat, tapi bagaimana mengatur nafas, jeda-jeda kecil. Seperti kita menjalani hidup. Kita berikan jeda-jeda kecil untuk mengatur nafas supaya tetap bergerak. Stamina, ya stamina! Hidup itu menanjak.

Pendaki yang kuat, bukanlah tidak pernah istirahat. Ia istirahat, selalu! Tapi ia mengaturnya menjadi stamina, menyusuri setapak gunung. Jeda kecil, istirahat, stepback bukan setback. Istirahatlah saat kau lelah, latih stamina. Maka tanjakan hidup terlampaui. Demikian hikmah pada pendakian Gunung Gede. Semoga semangat itu selalu memenuhi kalbu kita menapaki pendakian kehidupan kita.

 

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 9, 2012, in kisah and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. sip, keren’s article

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: