Silaturrahim Itu Mahal!


teman-teman

teman-teman

Sepekan ini saya menjalani perjalanan dan pekerjaan yang cukup padat.
Setelah mudik Kamis malam, ke Jawa Tengah dari sebelah Ibukota, kembali lagi hari Senin subuh via jalan darat. Senin jam 11 ke airport untuk terbang ke Kalimantan Timur.
Kerja di Samarinda selama 3 hari termasuk muter-muter di Kutai Kertanegara, melanjut kerja di Balikpapan dan meeting di Jakarta pada Jum’atnya.

Selama perjalanan itu, saya mendapatkan pencerahan. Silaturrahim itu mahal! Ya mahal! Jika tidak niat, sengaja diusahakan, susah terjadi.

Beberapa kali saya ke Kalimantan, sempat ke Pontianak, akhirnya bisa janjian makan siang dengan teman-teman alumni Hiperkes UNS yang bekerja di Pontianak. Namun memang harus diniati dan disempatkan waktu meski untuk sekedar makan siang bareng.

Di Kalimantan Timur, berapa kali saya tidak bisa ketemu dengan teman-teman di Sanga-Sanga, Separi, bahkan di Balikpapan sendiri. Keterbatasan waktu adalah alasan yang sering muncul. Namun sejujurnya, niat mengalahkan segalanya.

Di Kamis sore kemarin, saya bergerak dari Samarinda menuju Balikpapan. Saya berencana berkunjung ke salah satu teman di Balikpapan yang baru dikaruniai momongan. Kemudian ada teman juga yang nawarin rumahnya untuk sekedar ngobrol. Lalu ada berita kopdar teman-teman alumni Hiperkes UNS. Nah! Saya tidak bisa membelah diri, pun fotocopy-an tidak ada yang sebesar saya.

Jam 20:15WITA sampai di Balikpapan, checkin di hotel, dan ditelpon teman-teman yang akhirnya saya ‘dibajak’ teman-teman alumni Hiperkes UNS untuk kopdar.
Berbekal jemputan, saya meluncur dan ngetem di Balikpapan Plaza bersama beberapa teman-teman.
Obrolan yang ngalor ngidul, muter-muter, sekedar update status masing-masing berlangsung sampai pintu mall dikunci.

Malam itu, saya terlewat untuk mengunjungi teman yang baru saja dapat momongan dan satu lagi teman lama dari Tembagapura.

Disini, saya paham mengapa silaturrahim itu selalu membawa berkah, rejeki, umur, dan minimal kehangatan hati. Karena silaturrahim itu mahal!
Ya, harus diniati, harus dipaksa jalan. Kalo tidak ditelpon dan chatting sepanjang perjalanan Samarinda-Balikpapan, mungkin saya hanya duduk manis di hotel.

Mas dan mbak, yang saya tidak sempat berkunjung semalam, saya mohon maaf. Semoga bulan depan saya bisa berkunjung ke njenengan.
Tulisan ini juga saya tulis di airport lounge Jum’at siang, sambil nunggu pesawat. Sambil berusaha kontak-kontak teman yang tidak sempat ketemu. Minimal ketemu di twitter atau sms atau telpon rada mendingan lah🙂

Ayo silaturrahim! Mahal sih, tapi apa ada yang lebih baik?

silaturrahim

silaturrahim

Posted from WordPress for BlackBerry.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on April 14, 2012, in kisah and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: