Aha! Dari Sebuah Buku


Sengaja dalam perjalanan kali ini saya membawa buku Myelin dari pak Rhenald Kasali. Buku yang sudah lama dibeli, dibaca dan mengendap. Pada awalnya saya hanya hendak mengambil beberapa poin untuk mengingatkan saya dan untuk ditulis ulang pada agenda kuliah umum di almamater saya.

Dalam perjalanan ke bandara, di bandara justru tidak tersentuh. Seiring diskusi yang menghangat di bbm grup yang membahas peristiwa di belahan bumi nusantara. Sampai di pesawat, baru bukunya terbuka dan langsung mengambil bab penting, melewatkan pendahuluan dan beberapa bab awal.

Membaca beberapa bab, memahami apa yang terjadi, secara tidak langsung saya terbawa pada situasi ‘melakukan visualisasi’ atas setiap kata, susunan huruf dan mengalir begitu saja. Saya tidak hanya memahami apa yang dituangkan dalam buku ini, namun juga mendapatkan perasaan ikut serta dalam setiap kalimat dan lompatan paragraf. Persis seperti saya membaca novel yang saya suka, misal Ketika Mas Gagah Pergi karya mbak Helvy. Tanpa bermaksud promosi, namun perasaan itulah yang memberikan energi baru.

Sebenarnya subjek dalam Myelin, tidak serta merta bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi, pekerjaan. Namun, seolah saya mendapatkan kolam energi yang menggelegak yang mampu mensimulasi ide baru dalam pekerjaan. Beberapa saat setelah membaca beberapa bab, saya langsung mengambil pena, Alhamdulillah terbawa di kantong. Hanya saja saya tidak membawa kertas, satupun. Semuanya ada di tas, dan berada di atas bagasi kabin.

Sebagai korban, saya merobek kantong muntah (air sickness bag) dan langsung menulis beberapa ide strategis untuk arah 2012. Dan terus saja saya menulis, meski penumpang sebelah saya heran. Ya, tiba-tiba saya mempunyai ide yang sama sekali baru, sama sekali tidak terpikir sebelumnya, dan semuanya terjadi tiba-tiba. Ya, tiba-tiba saya kelebihan adrenalin dan serotonin. Ide-ide besar itu  memenuhi kepala saya. Persis seperti Archimedes yang tiba-tiba berteriak Eureka! pada saat berendam, tiba-tiba saya pikiran saya berteriak Aha! dalam pesawat.

ide

ide -gambar diambil dari google

Seperti ketika membaca buku chicken soup, terkadang bukan ide yang ditawarkan sebuah buku yang menyebabkan kita bergerak, tergerak. Sebagaimana saat saya membaca buku Myelin ini. Sama sekali bukan karena ide yang ditawarkan, proses yang bergerak dinamis, sama sekali tidak. Tidak serta merta saya bisa mengadopsi ide buku tersebut.

Namun saya menangkap ‘perasaan’ dan ‘aura’ dari buku tersebut. Perasaan tersebut yang memacu, secara tidak langsung, ide-ide kreatif bermunculan dalam konteks menyelesaikan cita-cita saya.

Kadang, saya membaca buku bukan karena saya hendak mengambil ide, namun sekedar menyegarkan pikiran, mengasah intuisi dan memberikan situasi baru. Hanya untuk kali ini, terjadi tanpa disengaja.

Dan saran saya untuk anda yang sedang jenuh, ambil buku dengan tema yang sama sekali berbeda dengan masalah yang dihadapi, keahlian yang sudah ada. Ambil secara acak, ambil saja tanpa pertimbangan. Lalu baca acak. Rasakan, visualisasikan dan imajinasikan apa yang terjadi. Dan rasakan sensasinya. Bisa jadi anda akan mendapatkan pengetahuan baru, bisa jadi mendapatkan ide baru atas kejenuhan, bisa jadi pikiran menjadi segar dan siap memberikan ide baru. Namun bisa jadi pula, anda tetap jenuh atau semakin jenuh. Tidak ada jaminan.

Setidaknya, saya, anda melakukan hal yang baru dan sama sekali menabrak kebiasaan dan logika yang tertanam kuat dalam wilayah bawah sadar. Disinilah pikiran akan lebih jernih, lebih bisa memberikan ide.

Pada akhirnya, saya membaca ulang buku Myelin dan menghabiskan 345 halaman di meja makan hotel, sambil menikmati salad buah, daging sapi lada hitam dan jus belimbing. Membaca sambil rileks, mem-visualisasikan setiap cerita dalam buku, dan mulai merasai pikiran saya terbuka dan menikmati kejutan sinapsis pada setiap myelin di otak saya.

Dalam pengalaman saya hari ini, saya belajar 2 hal. Lihat dari sisi yang berbeda dan lakukan. Ya, lakukan saja tanpa berpikir ulang. Sebagaimana saya pernah menuliskan pada twitter saya, otak kiri digunakan untuk mengingat kemarin, otak kanan digunakan untuk mengimajinasikan besok. Hari ini, semestinya tanpa otak. Lakukan dan lakukan. Maka anda akan menemukan aha dengan gaya anda sendiri.

Sudah membaca buku baru hari ini? Lakukan saja, ambil buku dan baca. Toh membaca buku di Gramedia juga tidak dilarang. Ambil buku dan baca, bukan berarti membeli kan? Just do it! Lakukan saja!

buku

buku -gambar diambil dari google

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Oktober 12, 2011, in pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: