Teriakan BABI


Shout

Shout

Saya punya cerita, yang barangkali juga sudah anda terima. Cerita ini populer dimereka yang belajar NLP. Pun, saya mendapatkannya dari suhu saya di bidang NLP.

Suatu ketika, seseorang mengemudi mobilnya, dan di arah berlawanan ada mobil truk. Sesaat mereka berpapasan, supir truk tiba-tiba berteriak kepada pengemudi mobil, “Babi!!!”. Pengemudi mobil kaget bukan kepalang. Ia merasa terhina.

Dengan rekasi yang gegap gempita, pengemudi mobil berteriak balik kepada supri truk, “Babi loe!!!”.

Sesaat setelah pengemudi mobil berteriak, tak kalah kaget, ia pun berteriak, “Aaaaaaaaaa……”. Tiba-tiba seekor babi melintas jalan dan tanpa bisa dihindari mobil itu menabrak babi itu.

Nah, sesungguhnya ada 2 hal yang bisa saya ceritakan disini. Saat ini satu saja yang akan saya tuliskan untuk anda.

Dalam benak pengemudi mobil, apa makna teriakan supir truk itu?
Melihat pada reaksi yang diperlihatkan pengemudi mobil, saya yakin pengemudi mobil merasa terhina dengan teriakan supir truk itu. Bayangkan, sedang berkendara tiba-tiba seseorang berteriak kepada anda, dengan konten binatang yang biasa digunakan untuk mengata-ngatai orang.

Apakah pengemudi mobil salah?
Saya yakin tidak. Setidaknya dalam benak kita semua, kemungkinan besar juga akan bereaksi dengan cara yang sama. Karena peta pikiran pengemudi mobil mengartikan demikian.

Nah, mari kita tarik dalam kehidupan kita, sehari-hari.

Pernah kah kita, anda, saya, dimarah-marahi bos di pekerjaan? Pernah kah dimarah-marahi istri atau suami? Atau ada sahabat anda yang menegur anda atas sebuah perilaku?
Saya yakin pernah.

Critic

Critic

Mari kita melihat marah itu, teguran itu, saran sampai kritik itu dengan peta pikiran pengemudi mobil tadi. Maka akan terlihat marah, teguran, saran, kritik akan menghantam harga diri kita. Secara otomatis akan melakukan pembelaan, defensif atas semua nasihat. “Emang loe siapa?”, jawab kita atas sebuah teguran.

Apakah kita mengambil manfaat dari perilaku defensif yang kita tunjukkan?
Saya yakin tidak. Yang ada, emosi kita terpuaskan. Harga diri kita terlindungi. Ego kita menang. That’s it. Itu saja. Tidak lebih.

Mari kita berubah peta pikiran. Mari kita gunakan peta pikiran supir truk yang berteriak babi tadi.
Sebenarnya apa tujuan supir truk berteriak babi kepada pengemudi mobil? Adakah ia bermaksud menghina? Apakah ia bermaksud mengatai-ngatai? Tidak. Sama sekali tidak.
Dalam kondisi melaju kencang, kesempatan yang hanya sekian detik ia gunakan untuk memperingatkan pengemudi mobil akan adanya babi yang henda menyebrang jalan. Dalam sekian detik, ia menunjukkan kepeduliannya kepada pengguna jalan lainnya untuk lebih berhati-hati.

Nah, dalam ranah kehidupan sehari-hari kita kurang lebih sama. Saya menganalogikan orang-orang yang mengkritik, memberikan nasihat, memberikan saran, seperti pengemudi truk yang rela membagi waktunya untuk peduli kepada pengemudi mobil. Bukankah mereka yang memberi nasihat berarti peduli dengan kita? Bukankah mereka yang memberikan saran berarti memperhatikan kita?

Jadi, saya tawarkan kembali untuk melihat kembali reaksi kita jika mendapatkan kritik. Lihatlah dengan peta pikiran supir truk, dengan perpektif supir truk. Maka kita akan menemukan esensi sebuah nasihat, kritik, saran, teguran itu. Semuanya hanya menginginkan kita menjadi lebih baik. Tidak lebih dari itu.

Sehingga melakukan upgrade atas peta pikiran, perspektif, yang kita pakai selama ini menjadi penting. Supaya kita bisa maju dalam kehidupan, menjadi lebih baik.

Apalagi yang kau tungggu, Kau Bisa Kawan!

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Juni 25, 2011, in pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. …menarik sekali…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: