Kepanikan dalam Otak


Otak

Otak

Saya beberapa kali mengalami fenomena dimana mengingat sesuatu tapi sangat susah. Meski ingatan itu serasa sudah diujung lidah, tapi tetap tidak keluar. Pernah mengalaminya?

Saya percaya mengingat dalam kondisi panik, diburu-buru, semacam memeras otak, semakin pula ingatan itu keluar. Kemarin sore saya baru saja mengalaminya.

Pulang kantor jam 17-an, saya mendapat notifikasi bbm group. Ternyata teman saya yang mengajukan pertanyaan. Saya ingat sekali bahwa pertanyaan yang sama ada di buku Blink. Saya hanya ingat judul bukunya; Blink, namun lupa penulisnya. Padahal saya amat sangat ingin memberitahu penulisnya. Saya merasa jika nama penulisnya sudah diujung lidah. Namun tak kunjung muncul namanya. Ke teman saya tadi, saya hanya memberikan judul bukunya; Blink. Lha saya tidak ingat nama penulisnya.

Sadar akan situasi ini, saya lebih santai, rileks, mengikuti pembicaraan yang ada di bbm group. Saya sadar, jika dipaksa pasti akan mampet, berhenti diujung lidah tanpa pernah tersebut. Beberapa menit kemudian, akhirnya tersebut namanya; Malcolm Galdwell. Meski pada akhirnya saya tidak pernah memberitahukan nama itu kepada teman saya tadi. Tema pembicaraan di bbm group sudah lari kesana kemari.

Disini saya menemukan relevansinya, bahwa otak tidak akan optimal dalam mengingat sesuatu dalam kondisi panik, tertekan dan stress. Saya percaya kreatifitas, ingatan, proses belajar akan optimal pada saat otak dalam kondisi rileks, menyenangkan, dan terbuka menerima dan mengeluarkan informasi. Tidak percaya?

Lihatlah orang pada saat panik, lihat perilaku dan bagaimana mereka berkata-kata atau mengingat sesuatu. Semuanya serba tidak teratur, apa yang ada didepan diambil/dikata-kata, sama sekali tidak memberikan solusi.
Dalam kondisi darurat misalnya, kebakaran. Maka akan terlihat, siapa yang panik dan tidak bisa mengambil keputusan yang tepat, dan siapa yang tenang dan bisa berpikir lebih baik.

Dan karenanya proses pembelajaran di sekolah sekarang lebih variatif daripada jaman saya sekolah dahulu. Saya masih melihat hasilnya lebih baik. Guru di sekolah mengajar tidak semata-mata mengajar, menghafal, memberi PR. Namun metode yang digunakan jauh lebih variatif dan menyenangkan. Sehingga siswa lebih aktif, lebih memahami substansi dan lebih ‘nyantol’ dalam belajar. Guru mengkondisikan siswa untuk siap menerima pelajaran, memberikan stimulus yang menyenangkan.

Pun dalam pembelajaran orang dewasa, sama. Dalam memberi pelatihan pun saya sering bermain dengan lagu, asosiasi, memastikaan suasana kelas rileks, supaya informasi biasa terserap dengan baik.

Itu disisi pembelajaran, menerima dan menyimpan informasi. Bagaimana dengan proses mengeluarkan informasi, mengingat?

Kurang lebih sama, otak akan lebih optimal dalam mengingat jika dalam kondisi rileks. Maka anjuran yang paling baik adalah seringlah berlatih. Kenapa berlatih? Supaya terhindar dari situasi panik dan tegang.
Maka para siswa akan sering berlatih soal menghadapi ujian, supaya pada saat ujian tidak tegang. Pada karyawan akan berlatih menghadapi keadaan darurat, supaya pada saat kejadian sebenarnya tidak panik.

Apapun situasinya, tetap dibutuhkan kondisi yang rileks untuk mengambil keputusan yang tepat.
Jadi, bagaimana dengan anda? Sudah kah anda berlatih hari ini?

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Juni 16, 2011, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Mas Ihda sering sakit kepala yaaa…
    minum obat dong!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: