Kartu ATM


kartu atm

kartu atm

Rabu (30/3) saya pasang muka kelipet-lipet ke CS bank. Tiba-tiba kartu ATM saya berstatus inaktif, setelah 3 bulan saya pakai sejak penggantian. Saya tahu kartu ATM saya berstatus tidak aktif pada hari Senin (28/3) saya gunakan kartu ATM dan ditolak oleh mesin ATM bank lain.

Saya merasa aneh saja, selama 3 bulan kartu ATM saya baik-baik saja. Sempet mampir keliling mesin ATM se-Indonesia bahkan. Keanehan ini saya sampaikan ke call center. Hanya jawabannya sangat tidak masuk akal. Kartu saya inaktif seperti kartu belum diaktifasi. Saya disarankan ke CS bank untuk aktifasi.

Hari Selasa (29/3) sore saya coba di mesin ATM bank yang sama dengan penerbit kartu ATM saya. Dan hasilnya masih sama. Kartu tidak dikenali.

Nah akhirnya Rabu (30/3) itulah saya ke bank. Di CS bank, baru ketahuan masalahnya. Secara sistem, saya mempunyai 2 kartu ATM dalam 1 rek. Artinya saat penggantian kartu 3 bulan lalu kartu ATM lama tidak dimatikan, artinya kartu ATM lama tidak dimatikan, secara sistem.

Aktualnya saya hanya pegang kartu pengganti, yang tiba-tiba inaktif itu. Kartu lama saya serahkan ke CS, 3 bulan lalu, pada saat penggantian kartu. Kebetulan bank ini memberlakukan ketentuan jika 1 rekening hanya boleh 1 kartu ATM yang aktif.

Nah, karena terbaca 2 kartu ATM dalam 1 rekening, bank mematikan salah satu yang justru kartu pengganti (sekarang inaktif). Nah ketahuan kan masalahnya dimana.

Saya masih respek dengan CS bank ini. Memberitahukan apa masalahnya, menyarankan solusi dan tidak alergi dengan complaint dari saya.

Pada saat di CS, kedua kartu yang muncul disistem dihapus/matikan. Saya lihat langsung dimonitornya, memastikan mati. Kemudian dibuatkan kartu baru.

Moral story-nya, menyerahkan kartu lama ke bank belum tentu ditutup. Ada baiknya diyakinkan dengan melihat dimonitor, memastikan disistem. Ingat, sistem bisa membaca kartu masih aktif, meski fisik kartu sudah digunting.

Jadi jangan cuma lihat kartu digunting. Tanpa dimatikan disistem sama saja. Saya kok merasa CS yang baik tidak akan keberatan jika nasabah minta melihat proses mematikan itu. Lha yang tampil kan data dia (nasabah), bukan orang lain, should be no problem.

Oya, saya juga cek di rekening saya, Alhamdulillah tidak ada transaksi ‘aneh’.

Belajar dari sini, mindset konsumen cerdas kudu dibangun supaya posisi nasabah lebih baik. Demikian & sekian. Semoga bermanfaat.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on April 10, 2011, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. makasih ya atas cara menggunakan atm na akhr na aku tau mkasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: