Kami Sedang Repot Mister


Mister Obama, setelah anda menunda kunjungan ke negeri kami berkali-kali, lah sekarang sampean datang sungguh pada waktu yang tidak tepat. Mister tentu tau kan, kami sedang repot belakangan ini. Negeri kami sedang luluh-lantak oleh beragam bencana.

Wasior, Mentawai, dan Merapi, adalah tiga titik bencana yang sungguh menguras energi kami, mental kami, waktu kami, dan tentu saja duit kami. Kalo boleh minta nih Mister, kami lebih suka anda menunda kembali kunjungan, dan dijadwal ulang untuk waktu yang ga usah dipastikan. datang syukur, nggak juga gapapa.

Anda tau kan, berpuluh kali presiden kami pergi ke luar negeri, berpuluh kali tamu negara datang ke sini, ngga ngaruh apa-apa pada kami. yang ngganggur masih tetap nganggur, yang kere juga masih bejibun, tapi yang jual aksi dengan pergi ke luar negeri dan dengan ongkos uang negara juga ga kurang2.  sebagai mantan aktivis, anda tentu setuju dengan saya bukan? betapa ngga tau dirinya mereka.

Kembali ke inti -pembicaraan. Beneran mister, kami sedang repot. Bagaimana kami harus bahu-membahu menolong sodara2 kami yang sedang tertimpa bencana, mulai dari menyuplai bahan makanan, pakaian, sampai mengembalikan mental orang tua dan anak2 korban bencana yang jumlahnya sudah ribuan.

Mister tau, kenapa kami bilang sedang repot dan rada berkeberatan menerima kedatangan anda?

Gini mister. Pas presiden kami berkantor di Jogja tempo hari saja sudah membuat repot para pejabat setempat. Mereka yang mestinya ngurusi pengunsgi, terpaksa harus terpecah konsentrasinya gara2 juragan besar dari Jakarta rawuh. Mulai dari protokolernya, birokrasinya, keamanannya, wah wis to… lah prersiden je yang datang, pasti sambutannya super, meski itu presiden kami sendiri.

Lah sekarang Mister datang, bisa menyebabkan berlipat2 repotnya kan. Semua rute yang mau anda lewati disterilkan, di sana-sini ada sniper yang berjaga, kereta yang mau datang ke gambir juga distop dulu karena masih di wilayah radius siaga.

Ah, tapi anda itu presiden negara adidaya ya, siapa yang berani nglarang anda datang. Jangankan berani sama anda mister, lah wong sama negara tetangga kami saja rada keder kok, sehingga membuat seisi negeri keqi.

Paling yang bisa kami lakukan cuma minta pengertian sampean Mister. Jangan sampai kedatangan anda justru membuat konsentrasi pejabat negeri ini terpecah dan abai kepada para korban bencana. Datang seperlunya saja, ngga harus pakai acara hura-hura yang justru akan membuat kami menangis karena sebagian biaya yang mestinya untuk para korban justru tersedot untuk menyambut kedatangan anda.

O iya, saya dengar anda bakal dijamu bakso dan nasi goreng sama presiden kami. Nikmatilah dengan suka cita. moga2 itu akan mengembalikkan ingatan anda saat tinggal di Jakarta.  Syukur2, karena anda senang dengan bakso dan nasi goreng, anda ngga sungkan2 merogoh kocek buat menyumbang para korban bencana.

Jadi mister, andai dalam sambutan kami kepada anda kurang dan tidak sebagaimana mestinya sambutan kepada presiden negara adidaya, maafkan kami ya. Beneran, kami sedang repot, Mister.

⁠Penulis: Jodhi Yudono
Diambil dari m.kompas rubrik oase 09NOV.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 9, 2010, in pencerahan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: