I Love Monday? Why Not!


Wahhhh… besok Senin ya? Senin adalah hari kerja… Kerja lagi dah kita… Kerja sudah menanti lima hari ke depan. Sahabat, mari kita rasakan seperti apa biasanya hari-hari Senin kita.

Rasakan aliran darah Anda dan rasakan perut Anda, mungkin ada yang beda… – nggak apa-apa sahabat, ini eksperimen dan belajar bersama… Insya Allah, nanti ada manfaatnya.

Apa rasanya?

Jika yang Anda rasakan adalah sesuatu yang tidak enak saat merespon pertanyaan di atas, Anda mungkin sudah mulai terjangkit Sunday Night Syndrome.

Sunday Night Syndrome adalah gejala tidak nyaman, atau anxiety, atau stress, baik ringan maupun berat, saat seseorang mengingat hari Senin yang diasosiasikan dengan berbagai hal yang tidak mengenakkan.

Sunday Night Syndrome terjadi karena beberapa sebab, dan sebab yang paling mendasar adalah justru sederhana dan tidak kita sadari, yaitu kebiasaan kita dalam membangun persepsi bahwa akhir minggu, weekend, atau hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang “istimewa”, alias “beda”.

Persepsi yang berbeda inilah yang menciptakan pergeseran “state”, saat kita mendekati akhir minggu (Jumat sore, sesuatu yang menyenangkan akan datang) atau saat mendekati hari Senin; sesuatu yang kurang menyenangkan akan datang.

Berikut ini beberapa poin yang layak Anda pertimbangkan, semoga bermanfaat.

1. Jadikan akhir minggu (Sabtu dan Minggu) sebagai hari yang tidak jauh berbeda dari hari lainnya. Ini bisa Anda lakukan dengan menyamakan jam bangun dan jam tidur Anda, menyetel alarm sebagaimana hari lainnya, dan mencari aktivitas pengganti yang mirip atau sama polanya dengan hari kerja Anda. Misalnya, menyapu rumah, mengepel lantai, mencuci kendaraan, mencabut rumput, atau jika perlu ikut membantu mencuci pakaian atau mencuci piring. Jika Anda rutinkan sebagaimana rutinitas Anda yang lainnya, maka akhir minggu adalah juga hari kerja. Ingatlah bahwa istirahat Anda yang sesungguhnya adalah tidur pada malam hari – setiap malam.

Tidak mengherankan bahwa mereka yang punya “objection” tentang Training E.D.A.N. – yang notabene dealing with “fear” adalah mereka yang merasa akhir minggu adalah sangat istimewa. Tidak setiap orang, tapi cukup mencerminkan, terlebih lagi saat mereka benar-benar akhirnya memaksakan diri untuk ikut training E.D.A.N. – yang lebih sering diselenggarakan hari Sabtu dan Minggu.

2. Sunday Night Syndrome terkait dengan persepsi dan bukan dengan rasa rajin atau malas. Persepsi Andalah yang perlu Anda perbaiki. Maka, mulailah mengurangi persepsi “escaping” atau “melarikan diri” atau “merasa terselamatkan” terkait dengan akhir minggu. Bangunlah persepsi baru yaitu “bergeser fokus”. Fokus pada pribadi dan keluarga, dan fokus pada rekreasi dan refreshing (dengan benar).

Ingatlah bahwa dalam banyak rujukan, akhir minggu adalah hari-hari “re-kreasi”. Yaitu, hari-hari di mana kita sebenarnya diberi kesempatan membangun kembali (mengkreasi ulang) berbagai impian, di luar kesibukan dan rutinitas, dalam situasi yang lebih jernih dan tenang. Begitu juga dengan “re-freshing”, ia tidak berarti sebagai hari pelepasan kelelahan semata. Lebih dari itu, apa yang paling perlu Anda re-fresh adalah cita-cita dan impian Anda.

3. Jangan terlalu boros dengan energi dan waktu di akhir minggu. Begadang berlebihan, kelelahan karena ajojing, karena kongkow-kongkow, karena outing yang melelahkan, atau karena olah raga yang terlalu bersemangat, justru bisa membuat Anda lelah untuk menghadapi hari Senin dan seterusnya. Upayakan kesesuaian aktivitas “melepas lelah” Anda dengan poin nomor 2 di atas.

4. Siapkan pada hari Jumat, saat Anda masih bekerja, berbagai hal yang akan Anda hadapi hari Senin, agar ketika Senin pagi tiba, Anda akan merasa siap. Bersihkan meja kerja Anda, agar Anda tidak memulai hari Senin dengan stres karena meja Anda berantakan, atau karena kurang persiapan.

5. Ini tantangan terbesar Anda dan sangat spesifik untuk Anda. Buatlah hari-hari kerja Anda menjadi hari-hari yang fun dan menyenangkan. Segeralah keluar dari situasi stress setiap kali ia datang. Beristirahatlah secara teratur dari pekerjaan dengan tetap fokus pada hasil dan penyelesaian. Kata orang, bekerjalah dengan hati (yang jernih dan senang tentu saja). Enjoy!

6. Mulailah mengembangkan kemampuan otak kanan Anda. Jika Anda mau lebih jeli dalam menyikapi, hari Senin sampai Jumat, sebenarnya Anda bukan bekerja, tapi berkarya.

Maka sahabat, ingatlah ini selalu; menghadapi hari Senin besok, Anda sedang bergeser fokus, dari dari fokus pada pribadi, keluarga, refreshing, dan rekreasi kepada fokus pada perjuangan dan kegembiraan mengejar impian dan meraih cita-cita !!! Semangat !!!

Semoga di Senin pagi Anda menemukan diri Anda memasuki minggu baru dengan penuh semangat dan kesadaran bahwa Anda sedang berjalan di arah yang konsisten dengan tujuan dan cita-cita!

Ikhwan Sopa
Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com
http://www.facebook.com/motivasi

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on April 11, 2010, in pencerahan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: