Berubahlah…


Anda pasti ingin berubah. Sebab yang Anda inginkan belum ada pada diri Anda. Sebab apa yang Anda inginkan belum ada di kamar pribadi Anda. Sebab yang Anda inginkan belum ada di dapur atau di ruang keluarga Anda. Sebab apa yang Anda inginkan belum ada di dalam garasi Anda. Sebab apa yang Anda inginkan belum ada di dalam jiwa Anda. Apapun rasa yang Anda inginkan belum menjadi perasaan Anda yang sekarang. Apapun yang Anda inginkan, semuanya masih di luar sana. Siapapun diri Anda yang Anda cita-citakan, belumlah diri Anda yang sekarang. Itu sebabnya, Anda ingin perubahan.

ALASAN UNTUK BERUBAH HARUS BENAR

Alasan untuk maju dan berubah harus tepat. Jika alasan Anda tidak tepat, maka apa yang Anda targetkan, sasar atau tuju, tak akan pernah kesampaian. Anda perlu selalu mengevaluasi alasan-alasan yang membuat Anda ingin berubah.

Jika Anda ingin keluar dari pekerjaan atau profesi yang sekarang Anda geluti, bagaimana Anda menyebutnya:
Mengundurkan diri?
Memajukan diri?

Jika Anda ingin bergeser dari posisi Anda yang sekarang, bagaimana Anda menyikapinya:
Menghindari sesuatu?
Mengejar sesuatu?

Jika Anda telah memutuskan ingin berubah demi kemajuan, maka sadarilah bahwa keputusan Anda itu, secara otomatis disertai pula dengan attachment ini: Anda siap menerima segala konsekuensi dari keputusan Anda. Anda tidak bisa melakukan perubahan sendirian. Anda perlu teman perubahan. Maka perubahan diri Anda, ditentukan oleh sikap Anda dalam menerima diri sendiri dan menerima orang lain.

MENERIMA DIRI ADALAH KUNCI PERTAMA

Ingatlah bahwa untuk maju dan berubah, Anda memerlukan stamina. Ingatlah bahwa stamina Anda hanya terkait dengan dua kondisi:
Bersyukur jika berhasil.
Bersabar jika belum.

Sikap Anda dalam menerima diri harus manusiawi dan seimbang. Anda ingin sukses, tapi suksesnya manusia. Anda ingin mampu berhadapan dengan hambatan dan kendala, tapi yang masih bisa ditolerir manusia. Jika sikap Anda terlalu ‘nrimo’ dan berdiam diri, Anda tidak akan pergi ke mana-mana. Anda hanya akan tetap diam atau sekedar berjalan di tempat. Jika Anda bersikap tidak bisa menerima atau tidak mau menerima, dan kemudian berontak di dalam kemarahan, maka Anda bukan akan bahagia, tapi malah merasa berhadapan dengan malapetaka. Jika Anda sepenuhnya bisa menerima segala kesulitan sebagai tantangan, maka Anda telah membuka diri terhadap segala kemungkinan. Dengan sikap ini, Anda akan mulai melihat berbagai kesempatan, yang sebelumnya mungkin terlihat sebagai hambatan. Jika Anda menerima situasi dan keadaan, maka di hadapan Anda adalah pintu-pintu. Jika Anda tidak menerima situasi dan keadaan, maka di hadapan Anda adalah tembok-tembok.

Jika Anda menerima, maka komputer di kepala Anda tidak akan mendapat tekanan berlebihan. Ia akan bekerja dengan suhu yang sesuai dan tidak kepanasan. Ia tidak akan hang atau terkena virus yang mematikan. Maka, ia akan bisa bekerja dengan kreatif dalam tekanan yang seimbang. Syaraf Anda, akan lebih mudah menemukan berbagai sambungan baru alias pembelajaran. Anda akan lebih kreatif. Kreatifitas Anda, kemudian akan menjadi jalan bagi proses perubahan ke arah yang sesuai keinginan. Jika alasan perubahan Anda adalah “mundur”, “menghindar”, “melarikan diri”, dan sikap Anda adalah “tidak bisa menerima”, inilah konsekuensi buruk yang akan Anda hadapi.

Salah Arah

Keinginan Anda akan bergerak ke kiri atau ke arah mundur. Jika Anda tidak ingin miskin, maka setiap hari Anda akan berurusan dengan fenomena kemiskinan. Jika Anda tidak ingin sakit, maka Anda akan merasa sakit di sekujur badan. Jika Anda tidak ingin dimarahi, Anda akan cenderung sering kena marah. Jika Anda tidak ingin terpontang-panting, Anda akan pontang-panting setiap hari.

Satu-satunya hal pada diri Anda yang mengenal istilah “tidak”, hanyalah pikiran Anda. Selebihnya, apapun itu pada diri Anda, hanya mengenal kata “ya”. Apa yang Anda “tidak-kan” di kepala, akan “di-ya-kan” oleh sisa diri Anda. Segala sesuatu menjadi “ada”, dimulai dari kepala. Apa yang ada di kepala Anda? Yang Anda inginkan, atau yang tidak Anda inginkan? Yang manapun itu, dia akan segera menjadi “ada” di kepala Anda. Dan kemudian, seluruh sisa diri Anda, luar-dalam, fisik-non fisik, akan mulai bekerja meng-“ya”-kannya, sampai ia menjadi kenyataan. Apa yang ada di dalam kepala Anda, adalah arah Anda.

Salah Memulai

Lingkungan Anda sering sekali membuat Anda merasa “harus”. Kemudian, Anda mulai mendoktrin diri Anda dengan apa-apa yang “seharusnya”. Apa yang seharusnya Anda lakukan, bagaimana seharusnya Anda menjadi seseorang. Mencoba untuk memenuhi semua tuntutan itu, hanya akan membuat Anda merasa frustrasi dan merasa ditolak lingkungan. Padahal, frustrasi adalah sabotase diri dan lingkungan adalah arena perubahan Anda. Rasa frustrasi, akan membuat Anda merasa “sulit” mengerjakan berbagai hal perubahan. Rasa frustrasi membuat Anda terdiskoneksi dari keinginan. Rasa frustrasi membuat Anda berfokus pada hambatan dan kendala. Rasa frustrasi akan membuat Anda berfokus pada apa-apa yang tidak Anda inginkan. Anda akan berputar-putar di lingkaran yang sama, Anda akan stuck dan Anda akan terjebak. Anda benar-benar tidak kemana-mana. Adalah lebih mudah jika Anda mengerjakan berbagai hal yang Anda inginkan.

Salah Pendekatan

Tujuan Anda adalah self improvement dan bukan self perfection.

Anda tidak akan pernah bisa terbang dengan sayap Anda sendiri, sebab Anda bukan malaikat. Anda hanya bisa melakukannya dengan sayap pesawat.

Mengapa HP Anda tidak lagi Nokia 5110?

Mengapa OS Anda tidak lagi MS Windows 3.11?

Mengapa Honda Anda bukan lagi C-70 tapi sudah Astrea?

Mengapa Kijang Anda tidak lagi yang kotak melainkan Innova?

Jawabannya sederhana, karena semua itu belum sempurna! Bro, Sis, ketidaksempurnaanlah yang membuat dunia dan bisnis berjalan. Di dalam ketidaksempurnaanlah, adanya segala kesempatan.

Salah Obsesi

Obsesi ada bagusnya. Hanya saja, ia harus tetap sejalan dengan “arah maju”. Jika arahnya adalah “mundur”, maka sikap obsesif itu menjadi disfungsional. Ia mengamputasi. Obsesi Anda adalah untuk menguasai dan untuk mengerti, bukan untuk membuat Anda sempurna. Sebab Anda adalah pembelajar seumur hidup. Kuasailah obsesi Anda, dan mengertilah tentang ini.

Jika Anda salah arah, salah memulai, salah pendekatan, dan salah obsesi, seperti apakah Anda akan berubah?

MENERIMA ORANG LAIN ADALAH KUNCI KEDUA

Selain makhluk pribadi, Anda juga adalah makhluk sosial. Jika Anda ingin berubah, disadari atau tidak, Anda juga ingin orang lain berubah. Sebab perubahan harus dilakukan bersama-sama. Untuk itu, Anda perlu menciptakan pengaruh. Bangunlah pengaruh Anda dengan cara yang menguntungkan perubahan mereka. Hanya dengan demikian, perubahan mereka akan mendukung perubahan Anda. Inilah yang perlu Anda lakukan untuk mereka.

1. Ingatlah untuk selalu meyakinkan mereka, tentang perubahan yang Anda inginkan bagi diri Anda dan bagi diri mereka. Ingatlah bahwa perubahan hanya bisa dilakukan bersama-sama.

2. Nikmatilah kenyataan bahwa setiap mereka, membutuhkan peran yang berarti. Jadikan mereka orang-orang yang istimewa. Maka mereka tak akan segan berubah untuk diri mereka dan untuk Anda.

3. Selalulah menyediakan diri, untuk mendengar apa kata mereka. Berilah mereka penghormatan. Maka dengan senang hati mereka akan berubah untuk mendukung perubahan Anda.

4. Pujilah mereka atas upayanya, sekalipun upaya mereka gagal atau tidak sesuai harapan. Jelaskan apa yang perlu lebih baik mereka lakukan di masa mendatang. Maka mereka akan terpicu melakukan perubahan.

5. Ikutkanlah setiap orang yang cocok dan relevan, dalam proses pengambilan keputusan untuk perubahan bersama.

6. Respeklah pada mereka. Pertimbangkanlah peran dan perasaan setiap mereka, seperti Anda melakukannya untuk diri Anda sendiri.

7. Entah bagaimana hasilnya nanti, selalulah mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik, bagi perubahan bersama.

Terimalah orang lain yang juga punya alasan untuk berubah. Sikapilah alasan mereka dengan benar dan jika perlu Anda bisa membantu meluruskannya. Silahkan Anda berubah, dan silahkan meraih kemajuan. Seperti juga Anda, orang-orang di sekitar Anda pun menginginkan hal yang sama, yaitu maju dan berubah. Dan Anda, harus melakukannya bersama-sama.

Maju dan berubahlah. Piculah perubahan Anda dengan alasan-alasan yang benar. Kemudian, terimalah segala konsekuensinya. Hanya dengan itu, Anda akan benar-benar berubah.

Sadarilah bahwa perubahan tidak bisa Anda lakukan sendirian. Anda perlu teman perubahan. Terimalah kenyataan bahwa orang lain di sekitar Anda juga menginginkan perubahan untuk diri mereka. Maka bantulah mereka berubah, agar diri Anda juga berubah. Untuk melakukan itu, Anda bisa melakukan hal yang cukup sederhana; Anda gabungkan saja huruf awal dari paragraf-paragraf yang ada nomornya di atas.

Dari situ Anda bisa membacanya: I.N.S.P.I.R.E.

Semoga bermanfaat.

Ikhwan Sopa

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Februari 5, 2010, in pencerahan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: