Terima Kasih Cinta


Aku berdiri dibawah pohon rindang, tatkala daun itu jatuh melayang menyentuh keningku. Kupungut daun itu, inikah caramu menyampaikan cinta? Kutemukan belaian rindumu padaku, pada daun itu. Aku menengadah ke langit. Kulukis bayangmu dalam kalbuku. Mengukir indah dalam hati.

Bernyanyi bersama angin dalam sapuan langit muda/Berkelana dalam angan meniti langit ketinggian/Bersua dengan masa depan/Aku tahu ia ada disana

Ada yang berkilat pd pucuk daun, lalu temaram di pojok taman/Ada yang bergulir dalam bulir hujan, lalu menggenang di beranda rumah/Ketika kau buka jendela, tak hendak aku menutupnya/Dan dalam tidur dan jagaku, gelap mengabadi/Dalam rebah dan tegakku, lengang berpuisi/Terima kasih, kau buat aku masih berjalan, bertahan untuk merayakan kehidupan/Nadaku mungkin sumbang, tetapi tulus aku berdendang: merindukanmu

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Desember 18, 2009, in puisi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: