Rindu


aku memainkan simfoni kerinduan
mengiringi malam yang mengajakku sendiri
akupun melambai malam
hingga keheningan menyusup ke tulang
andai kugapai bintang itu untukmu
akankah kau berikan matahari untukku?
menunggu jiwamu dalam senyap

kan kutunggu saat itu
saat mentari memberi hangat
saat rembulan menghias relung cinta
dan kau, saat menyiram bunga dihatiku
bunga itu mekar dalam bayang hadirmu

kutitipkan sebagian asaku
diujung bintang kuberpijak
melukiskan wajahmu disana
cintaku…..

aku tahu kau tersenyum
mengiringi bulan dimalamku
kutunggu bintang itu berdenting dalam kalbu

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on November 26, 2009, in puisi. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. wah, sudah jadi pujangga sekarang nih …. apa lagi kesepian nih kayaknya ? ok, smoga aktifitas kita lancar dan berkah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: