Catatanku Bersama Istri 1


Pada beberapa kesempatan, tips ustadz Fauzil Adhim menjadi begitu berharga. Sekali waktu, kepada anda yang sudah berkeluarga, buatkan secangkir kopi atau teh pada jam 3 pagi. Bangunkan istri atau suami anda sambil membawa kopi atau teh tersebut ke dalam kamar. Bisikkan dengan tulus, “sayangku, kubuat kopi/teh ini dengan hati, kutaburi cinta, kuaduk dengan perasaan, kubawakan untuk kekasihku yang setia, mari kita bersahur bersama”.
Bagi yang sudah menikah, ujian kesetiaan, ujian dunia, ujian hati akan selalu hadir. Maka secangkir kopi/teh penuh cinta akan menjadi perekat yang sempurna.
Dan ke-istiqomah-an suami adalah iffah, kehormatan, istri, demikian sebaliknya. Episode cinta Fathimah dan Umar Ibn Abdul Aziz adalah fragmen yang tepat untuk kita.
Semoga dengan memperbaiki keluarga kita, akan memperbaiki negeri ini. Dengan bertaburkan cinta di keluarga kita, semoga pula akan memenuhi rongga negeri ini.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Oktober 8, 2009, in pencerahan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: