Mimpi Anak Ikan Paus 2


Ada sebuah kisah menarik. Suatu siang di sebuah TK, ibu guru meminta anak-anak untuk menggambar bebas. Ada pemandangan beraneka warna, ada gunung berjulang mendaki, pun rumah-rumah lengkap dengan pepohonan. Suasana, ayah dan ibu yang berpose di depan rumah, bibi berbelanja dan beraneka gambar lainnya yang ‘biasa-biasa saja’.
Seorang anak lelaki di kelas itu agak lain. Dia penuhi kertas gambar A3-nya dengan sapuan crayon warna hitam. Hanya hitam. Hitam sepenuhnya, seluruhnya. Ibu guru tercenung. Tapi belum sempat bertanya, waktu pulang telah tiba. Sambil menepukkan tangan di depan dada, ibu guru berkata, “Gambarnya diselesaikan di rumah ya anak-anak. Pekan depan dikumpulkan”.
Tak dinyana, dirumahnya anak ini pun meneruskan keanehannya. Berlembar-lembar kertas A3 dipenuhinya dengan sapuan warna hitam hingga berkali-kali sang Ibu harus ke toko untuk membelikannya satu set crayon. Tentu saja yang ia gunakan tetap hanya yang berwarna hitam. Hari demi hari, anak itu menambah karya gelapnya. Dirumah, disekolah, hingga sang ayah geleng-geleng kepala, sang ibu cemas. Orang tua pun menghubungi sekolah hingga menyepakati satu kata; psikiater. Anak mereka harus ditangani sekelompok psikiater anak terkenal.
Beruntung para psikiater berhasil membujuk anak itu untuk meneruskan karyanya di laboratorium pengamatan. Berjam-jam sang anak tetap meneruskan karyanya dengan satu warna: hitam, berjam-jam pula psikiater itu tidak mampu membuat diagnosa ataupun analisa. Sampai akhirnya sang anak bergumam, “ahh”… Ia telah menyelesaikan 400 gambar di kertas A3. Ternyata ada beberapa yang tak hitam seluruhnya.
Ia, sang anak, mulai memberi instruksi kepada psikiater untuk menyusun 400 kertas itu dilantai. Hasilnya? Sebuah puzzle berukuran 20 x 20 kertas A3. “Menakjubkan”, setiap psikiater berteriak. Eureka, teriaknya dalam hati. Gambar seekor anak ikan paus tepat sesuai ukuran hewan aslinya!!!!
Sang anak terkekeh bangga meihat hasil karyanya. Dan para psikiater kita takjub geleng-geleng kepala. Tak seperti yang lain, anak ini ingin gambar ikan pausnya sesuai ukuran aslinya. Ia berpikir besar. Awalnya ia tak dipahami, dianggap aneh, bahkan harus diserahkan ke psikiater. Tapi pada akhirnya semua orang takjub padanya.
Demikianlah sebuah mimpi, cita-cita. Bahkan mungkin sang pemimpi terkadang tidak memahami arah mimpinya. Apalagi orang lain. Namun ketika dikerjakan dengan langkah yang tepat dan kesesuaian dengan kehendak langit, maka mimpi itu menjadi besar. Dan pada suatu titik, semua orang akan takjub melihatnya.
Saya teringat dengan pepatah negeri sahabat saya,
nan satitiak jadikan lawuik, nan sakapa jadikan gunuang
Kurang lebih terjemahannya, yang setitik jadikan lautan, yang sekepal jadikan gunung.
Maka bangunlah mimpi dan cita antum menjadi sebesar pegunungan sudirman yang kita jejaki ini. Hingga membuat setiap orang yang ada takjub. Setakjub ketika Thomas Alfa Edison berhasil merubah eksperimentasinya menjadi bola lampu. (terinspirasi dari buku Jalan Cinta Para Pejuang)

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Oktober 5, 2009, in pencerahan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: