Mimpi…….


Mimpi awalnya sebuah bayang-bayang yang lalu tampil dalam tiap helaan nafas. Mimpi semacam ini bisa saja masuk ke dalam tidur, bisa juga tidak. Ada kalanya karena kuatnya harapan itu dan keyakinan kita akan apa yang kita impikan, semua itu lalu masuk ke dalam tidur. Ia menjadi mimpi dalam arti sesungguhnya. Tak hanya menguasai alam nyata sang pemimpi, ia juga merasuk memberi ruh pada dunia khayalnya. Maka mimpi adalah anugerah tak terbatas. Siapapun dan bagaimana juga keadaanya boleh bermimpi.
Mimpi adalah bagian terindah dan terendah dari visi. Jika kita hendak menaikkannya satu aras, jadikanlah ia cita-cita. Bagaimana caranya? Sematkan sebuah tanggal padanya. Karena cita-cita adalah mimpi yang bertanggal, cita-cita adalah mimpi yang telah kita tentukan waktu mewujudkannya.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Oktober 3, 2009, in pencerahan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: