Catatan pekan akhir Ramadhan


Apa yang kita ketahui tentang puasa? Tentang ramadhan? Tentang bagaimana orang-orang menyiapkan buka puasa? Tentang orang-orang yang memindahkan makan siangnya ke waktu maghrib?
Mungkin diantara kita belum sampai pada kesadaran psikomotorik, Qur’an hanya dibaca tapi tidak pernah diamalkan. Puasa dikerjakan, tapi tidak pernah mengambil hikmah ramadhan. Karena semuanya terjatuh pada jebakan ritual seremonial buka puasa harus kolak, es pisang ijo dan es kelapa muda. Ya, jebakan itu membunuh nurani yang fitri.
Apa yang akan kita jawab ketika malaikat itu bertanya, ‘apa yang kau lakukan terhadap tetanggamu yang yatim, ketika kelaparan?’
Lidah ini kelu, kepala ini berat, tak lagi ada kata-kata, melihat rekaman sepiring nasi aking dengan singkong kering harus dimakan oleh 5 orang. Dan mereka semua tetangga kita.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on September 14, 2009, in pencerahan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: