Catatan Sahur


Ada sempat terlontar pertanyaan, kenapa seorang Muslim yang sholat, akhlaknya masih kurang sip, kenapa masih berbuat munkar. Sementara dalam QS:29/Al-Ankabut:45: innash sholata tanha ‘anil fakhsya’i wal munkar.
Namun jawabannya begitu sederhana, semuanya akan berpulang kepada manusia sebagai pelaku. Maka bukan salahnya sholat jika ternyata masih berperilaku a-sosial. Namun lebih ke masalah bagaimana men-transformasi-kan perintah sholat dalam perilaku sehari-hari.
Pertanyaan kritisnya, bagaimana itu dilakukan? Bagaimana memunculkan nilai sholat dalam kehidupan? Secara sederhana, lakukan kebaikan dengan tetangga, maka nilai itu akan muncul.
Maka dalam ramadhan ini, mari kita tebarkan senyum, jalin ukhuwah, menuju tetangga yang ber-taqwa. Caranya? Cukup antarkan semangkok kolak+es buah menjelang berbuka, niscaya kebekuan itu cair. Percayalah!

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Agustus 21, 2009, in pencerahan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: