Aku Jatuh Cinta di Balikpapan…..


Saya suka Balikpapan. Satu hal pertama yang membuat saya jatuh cinta dengan kota ini, pengguna jalan yang sopan dan sangat sopan untuk ukuran kota normal di Indonesia. Ya, kota normal maksud saya kota yang memang dikelola oleh pemerintah kota bukan seperti kota Kuala Kencana yang dikelola sektor swasta.
Apa kesopanan itu? Saya menilainya sederhana saja. Pada saat saya dan teman saya makan siang di luar, kami berkendara di jalan, yang memang segitu-gitunya, dan saya mendapati semua pengguna jalan raya bener-bener menghormati pejalan kaki jika menyebrang. Semua kendaraan melambat dan berhenti ketika ada pejalan kaki yang menyebrang. Dan hebatnya lagi, ini yang sebetulnya membuat saya jatuh cinta, adalah pejalan kaki yang menyebrang tadi selalu di tempat penyebrangan jalan, di area zebra cross. Bukan asal nylonong, bukan sambil lari, bukan sambil melambaikan tangan, tapi dengan kehati-hatian layaknya pejalan kaki menyebrang di zebra cross.
Hebat! Saya salut dengan masyarakat Balikpapan. Anak-anak SD, ibu yang mengantar anak TKnya, bapak pegawai pemerintah kota, bapak pulang dari sholat jumat, semua orang menyebrang di tempatnya.
Ini pemandangan yang juarang saya dapat apalagi di Jakarta. Wuih, semua pengin jadi raja jalanan. nah di Balikpapan, semua pengin jadi pelayan, mendahulukan orang lain. Andai saja kota di Indonesia se-keren ini…….
Hal yang lain lagi, bersih. Saya menilai hebat deh. Cukup bersih untuk mendapatkan adipura yang kedua kalinya. Bekasi? Jauh banget ale….. Dan yang lain lagi, kepiting kenarinya, mmmh uenak tenan, mak nyus pokoknya. Memang sih harus sedikit kerja keras untuk membuka cangkangnya. Namun begitu sudah pecah, maka daging kepiting yang tebal akan siap menyambut dan menaikkan kadar kolesterol dan asam urat🙂 Saya masih bercita-cita pulang ke Jakarta akan bawa mungkin 1-3 ekor kepiting kenari asam manis. Tunggu saja tanggal mainnya……
Saya masih penasaran dengan makanan ini; pepes patin. Dari kemarin nyari belum ketemu, mulai dari restoran hotel tempat saya menginap, muter ke pusat makanan seafood, sampai terakhir di kenari tadi. Rencana besok akan ke cafe di daerah pantai yang memang pusatnya seafood. mmmm… makan seafood dipinggir pantai, semilir angin laut membawa aroma ikan bakar, berpacu antara deru ombak dan dentingan chef memainkan udang tambora yang dibelah dituangi saus kecap sambil diasapi dan ditaburi rempah-rempah.
Yah, memang nasib jadi auditor, keliling cari makanan enak, dan juga kerja memperbaiki sistem. Ngomong-ngomong, note ini bisa diupload untuk menjadi ikon pariwisata Kalimantan Timur lho. Suer, ini oroginal tidak pake pesan sponsor segala. Mendukung program pemerintah, visit Borneo Year 2009…… tet…tet…tet……

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Agustus 8, 2009, in kisah. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. pepes patin enak??coba d k warung banjar di belakang pasar inpres kebun sayur yg jual kerajinan kalimantan..rasanya khas bngt..maknyus pokoknya.selamat mencoba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: