Catatan tentang Awan dan Matahari


Dalam bukunya, Marketing In Crisis, Rhenald Kasali sempat menuturkan bagaimana beberapa pengusaha yang jatuh, terkapar dalam masa krisis kedua yang menghajar jagad ekonomi dunia. Ada pengusaha yang terkapar kemudian terkapar dan tak pernah bangun lagi, meski ada juga yang setelah terkapar, berdiri tegak dan menantang badai krisis lagi, seolah mengatakan datangkan krisis yang lebih hebat dan aku akan tetap tegak disini.
Rhenald Kasali menyebutkan, adalah orang yang tidak mengartikan kebahagian seperti halnya melihat awan hitam menggantung namun lupa bahwa di atas awan matahari tetap bersinar terang.

Saya ingat ketika harus terbang, apalagi melewati awan tebal agak hitam dan kadang rintik hujan menyertai take off pesawat Boeing atau Airbus saya. Pesawat terus melaju membelah awan hitam, terus bergerak melawan angin dan mungkin turbulensi didalamnya. Pada saat mencapai ketinggian jelajah, seraput cahaya matahari itu masuk melalui celah jendela tempat duduk saya. Ya, ada matahari di atas awan yang gelap tadi. Selalu ada matahari, minimal rembulan yang mengiringi perjalanan malam saya dari jakarta ke Timika. Cahaya itu tetap dan selalu ada.

Saya membuat benang merah, bahwa selalu ada kebahagian dalam hidup ini. Hanya masalahnya bisa jadi kebahagian itu tersaput dan tertutupi awan kesedihan dan kematian. Jika manusia adalah pesawat, maka tujuan kita adalah kebahagiaan itu dan perjalanan kesana bisa jadi harus membelah dan berjibaku dengan awan hitam yang setiap saat bisa menghasilkan petir. Toh tidak semua awan akan hitam dan tidak semua awan memberikan hujan atau petir. Namun satu hal yang kita yakin, diatas awan itu hamparan selimut cahaya matahari selalu ada dan pasti ada.
Jadi apakah kita akan mempertaruhkan kepastian adanya matahari diatas sana terhadap ketidak pastian tentang awan hitam dan petir?

Mas Syarif berkata, bukankah di dunia ini, tidak ada yang benar-benar memiliki kesempatan tunggal. Jika ada peluang gagal, berarti disisinya ada peluang sukses. Jika ada peluang menganggur, berarti disisinya ada peluang bekerja. Jika ada peluang susah, berarti disisinya ada peluang mudah. Jika ada peluang untuk jatuh, berarti disisinya ada peluang naik.
Bahkan keniscayaan keberadaan Tuhan pun dipersepsikan ada pendampingnya, yakni keyakinan atheis.
Satu-satunya yang tidak ada pasangannya adalah persepsi Anda. Jika Anda mengatakan diri Anda tidak merdeka, maka Anda benar-benar sedang kehilangan kemerdekaan Anda.

Ya, persepsi itulah yang menyandera pikiran kita. Bahwa awan selalu hitam, menghasilkan petir dan ia tak akan pergi dari kalbu kita. Maka kembalikan persepsi kita, bahwa selalu ada matahari di atas awan hitam. Sekali lagi persepsi kita yang mengatakan awan hitam itu mengabut diatas jiwa.
Saya selalu berkata, bikin hidup lebih hidup, maka jadilah kehidupan yang menyenangkan. You are what you think, kata saya. Meski kata dokter dan ahli nutrisi berkata, you are what you eat.
Dalam hadits qudsy, Allah berfirman: Aku mengikuti prasangka hambaKu. Jadi? Jadi apapun kita, adalah bergantung pada kita. That is simple. Namun sekali lagi, sederhana bukan berarti mudah🙂 Jalani saja dan anda akan menemukan jalannya.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Juli 29, 2009, in pencerahan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: