Renungan Qobla Ramadhan


Rencana adalah bagian dari kehidupan. Maka dengan rencana pula manusia hidup dan bergerak. Sebagian rencana menjadi cita-cita, sebagian lagi menjadi visi, sebagian lagi menjadi rencana yang benar-benar rencana. Namun banyak juga yang bermetamorfosis menjadi awan, mengambang mengawang-awang entah kemana.

Sudah kah kita berpikir tentang rencana Allah? Apakah kita siap menghadapi kematian? Merinding??? Mungkin ya. Tapi suka tidak suka, yang ini pasti datang. Perkara caranya dan kapan, nah ini yang tidak ada yang tahu.

Menjelang Ramadhan ini, ada baiknya berhenti sebentar. Melihat apa yang sudah kita kumpulkan beberapa puluh tahun terakhir. Apakah cukup layak untuk menjadi bekal? Apakah investasi kita cukup? Apakah bisa menjawab pertanyaan? Jawabannya ada di dada kita masing-masing, at-taqwa ha huna, demikian kata Rosulullah SAW. Taqwa itu disini, menunjuk ke dada.

Ada yang berdoa, Allahumma bariklana fi rajab wa ballighna fi ramadhan. Namun tak pernah berusaha menjemput barokah di Rajab, tak pula menyiapkan untuk menjemput Ramadhan. Apakah kemudian barokah itu akan datang? Karena kondisi/syarat dari doanya sendiri tidak tercapai. Dalam hadits qudsy Allah berfirman, Aku mengikuti prasangka hambaKu.
Wallahu a’lam bishowab.

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Juli 26, 2009, in pencerahan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: