Luka Lara


Disisi malam aku terbaring
Melepas penat sendiriku
Mengurai luka jiwaku

Diantara camar aku lantunkan
Suara kepedihan….
Suara kenistaan….

Bisu…..

Diantara setan aku menyeringai
Betapa aku tlah jadi bagian darimu

Dan kerinduan akan-Nya
Mengusik jiwaku…
Hanya ada air mata
Tanpa berani kupanggil nama-Nya
Karena jiwa… terlalu kotor untuk menghadap-Nya
(yessy carpina, 2008)

About ihdaihda

a husband, a father, SHE practitioner (OHSAS, NOSA, EMS), SHE trainer & consultant, hobi di applied psychology, financial planning, sharing, life enlightening. alumni Hiperkes UNS dan saya aseli Kudus :)

Posted on Juli 25, 2009, in puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: